Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pendekatan Produksi Pendapatan dan Pengeluaran~BloggerZar



Menghitung Pendapatan Nasional Indonesia

http://bloggerzar.blogspot.co.id/2017/09/menghitung-pendapatan.html
Indikator:
3.1.4 Mengidentifikasikan Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
4.1.1 Menghitung Pendapatan Per-Kapita
4.1.2 Menjelaskan Distribusi Pendapatan

A.                                    Mengidentifikasikan Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

     Pada dasarnya pendapatan nasional terdiri dari dua kata yakni pendapatan dan nasional. Pendapatan merupakan segala sesuatu yang dihasilkan dan diterima oleh setiap individu baik dari kerja ataupun usahanya. Sedangkan nasional berarti suatu negara. Bila diartikan dari gabungan dua kata dasar tersebut pendapatan nasional diartikan sebagai nilai atau jumlah dari setiap hal yang bisa dihasilkan atau diciptakan oleh sebuah negara. Namun jika diartikan secara lengkap pendapatan nasional adalah jumlah total dari semua nilai produk suatu negara baik yang berbentuk barang atupun jasa yang dihasilkan ataupun diperoleh dari segala sektor diantaranya sektor ekonomi masyarakat maupun sektor ekonomi pemerintahan dalam kurun waktu 1 tahun.
    Adapun untuk mengetahui jumlah atau nilai dari pendapatan nasional ada 3 metode dalam perhitungannya :
1.   Pendekatan Produksi
2.   Pendekatan Pendapatan
3.   Pendekatan Pengeluaran 

1.             Pendekatan Produksi
       Dalam metode ini dijelaskan bahwa perhitungan pendapatan nasional dihitung dari penjumlahan seluruh hasil produksi suatu produk baik barang maupun jasa yang dihasilkan atau diperoleh dari seluruh pelaku kegiatan ekonomi yang ada dalam satu negara serta dalam satu periode ekenomi tertentu kurang lebih tiap tahun sekali. Cara menghitung pendapatan nasionalnya yaitu dengan mengalikan jumlah seluruh produk baik barang ataupun jasa yang telah dihasilkan atau diproduksi dalam kururn waktu satu tahun dengan harga satuan tiap produknya bisa berbentuk barang maupun jasa. Misalkan dalam setahun itu produk baik barang maupun jasa yang bisa diproduksi berjumlah seribu produk, maka hal tersebut harus dikalikan dengan harga satuan yang mereka miliki untuk mendapatkan jumlah atau besarnya pendapatan nasional negara tersebut dalam satu tahunnya. Hal ini dirumuskan dengan Y : {(P1 x Q1) + (P2 x Q2) + (P3 x Q3) + ….. + (Pn x Qn)}
Keterangan :
Y         : Pendapatan nasional
P          : Jumlah produk yang diproduksi
Q         : Harga satuan suatu produk

2.Pendekatan Pendapatan
     metode ini berfokus pada pendapatan dari semua pelaku ekonomi atau pihak yang bersangkutan. Untuk mencari jumlah atau besarnya pendapatan nasional metode ini menggunakan rumus penjumlahan seluruh pendapatan atau pemasukan yang diterima dan didapat oleh semua pelaku ekonomi dari hasil penyediaan dan pengadaan segala produk baik barang maupun jasa. Sama seperti metode lainnya periode atau kurun waktu yang digunakan adalah kurang lebih satu tahun. Dalam hal ini pendapatan bisa berupa upah atau gaji, sewa, bunga, keuntungan dan lain sebagainya yang penting merupakan pemasukan. Hal ini dirumuskan dengan Y = W + r + i + P
Keterangan :
Y         : pendapatan nasional
W        : wage (gaji atau upah), hal ini merupakan pemasukan yang diterima oleh pemilik faktor tenaga kerja
r           : rent (sewa) merupakan salah satu bentuk pemasukan yang diperoleh oleh pemilik faktor produksi berupa tanah, gedung, harta dan lainnya.
i           : interesrt (bunga) merupakan bentuk pemasukan yang diperoleh oleh pemiliki faktor produksi yang berupa modal
P          : profit (keuntungan) adalah pendapatan atau pemasukan yang diterima oleh pemilik faktor produksi kewirausahaan.

3. Pendekatan Pengeluaran
      Sesuai dengan namanya, metode ini menghitung pendapatan nasional dengan menjumlahkan seluruh pos pengeluaran yang dipakai untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk baik yang berupa barang maupun jasa yang dilakukan oleh seluruh pelaku kegiatan ekonomi, mulai dari ruang lingkup besar hingga kceil, yakni rumah tangga konsumen, pemerintah, rumah tangga produksi (perusahaan), serta sektor luar negeri yang ada, dan hal ini terjadi dan dihitung pada periode ekonomi tertentu yang biasanya berlangsung selama satu tahun.
Hal ini dirumuskan dengan : Y = C + I + G + (X-M)
Keterangan :
Y         = Pendapatan nasional
C         = Konsumsi rumah tangga
I           = Investasi perusahaan
G         = Pengeluaran yang dilakukan pemerintah (baik konsumsi dan investasi)
(X-M) = Ekspor neto (selisih antara nilai ekspor dengan nilai impor)









B. Menghitung Pendapatan Per-Kapita
      Pendapatan perkapita merupakan pendapatan yang didapat dari keseluruhan rata-rata penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu. Biasa pengukuran suatu pendapatan perkapita dilakukan per periode atau satu tahun.Pendapatan perkapita diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara.
Cara Menentukan Pendapatan Per-Kapita :
Rumus GDP= C + I + G + (X-M)
Y         = Pendapatan nasional
C         = Konsumsi rumah tangga
I           = Investasi perusahaan
G         = Pengeluaran yang dilakukan pemerintah (baik konsumsi dan investasi)
(X-M) = Ekspor neto (selisih antara nilai ekspor dengan nilai impor)


Rumus GNP=GDP-Pendapatan Neto Luar Negeri
Keterangan :
PNLN : pendapatan masyarakat indonesia di luar negeri dikurangi pendapatan masyarakat Asing di Indonesia
Maka Rumus Pendapatan Per-Kapita =

C. Menjelaskan Distribusi Pendapatan
     Distribusi pendapatan nasional merupakan unsur penting untuk mengetahui tinggi atau rendahnya kesejahteraan atau kemakmuran suatu negara. Distribusi pendapatan yang merata kepada masyarakat akan mampu menciptakan perubahan dan perbaikan suatu negara seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan sebagainya. Sebaliknya, jika distribusi pendapatan nasional tidak merata, maka perubahan atau perbaikan suatu negara tidak akan tercapai, hal seperti ini yang akan menunjukkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan.   Ada tiga alat ukur tingkat ketimpangan pendapatan  dengan bantuan distribusi ukuran, yakni :
1.  Kurva Lorenz
2.  Rasio Indeks Gini
3.  Kriteria Bank Dunia
1.  Kurva Lorenz
     Kurva Lorenz menunjukkan hubungan kuantitatif aktual antara persentase penerima pendapatan dengan persentase pendapatan total yang benar-benar mereka terima selama, misalnya, satu tahun.
2. Rasio Indeks Gini
    
     Rasio Gini atau koefisien adalah alat mengukur derajat ketidakmerataan distribusi penduduk. Ini didasarkan pada kurva Lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variable tertentu (misalnya pendapatan) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk.
     Kriteria ketimpangan pendapatan berdasarkan besarnya koefisien gini yaitu :
a.  0,71-1,00 menunjukkan ketimpangan sangat tinggi
b.  0,50-0,70 menunjukkan ketimpangan tinggi
c.   0,36-0,49 menunjukkan ketimpangan sedang
d.  0,20-0,35 menunjukkan ketimpangan rendah
3. Kriteria Bank Dunia
    
    Menurut Bank Dunia, kriteria ketidakmerataan didasarkan pada bagian/persentase pendapatan nasional yang dinikmati oleh tiga lapisan penduduk. Ketiga lapisan penduduk tersebut, yaitu:
1.  40% penduduk berpendapatan terendah (penduduk termiskin);
2.  40% penduduk berpendapatan menengah;
3.  20% penduduk berpendapatan tinggi (penduduk terkaya)
  Dalam menghitung persentase distribusi pendapatan menurut bank dunia yang menjadi patokan adalah 40% penduduk termiskin. Kriterianya sebagai berikut.
1.  Jika 40% penduduk termiskin menikmati <12%  pendapatan nasional, ketimpangan tinggi.
2.  Jika 40% penduduk termiskin menikmati 12% - 17% pendapatan nasional, ketimpangan sedang.
3.  Jika 40% penduduk termiskin menikmati >17% pendapatan nasional, ketimpangan rendah.












Posting Komentar untuk "Pendekatan Produksi Pendapatan dan Pengeluaran~BloggerZar"