Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Laporan Ekosistem Kolam dan Komponennya

BAB I
PENDAHULUAN 

LAPORAN EKOSISTEM KOLAM

ekositem kolam, komponen abiotik, komponen biotik, laporan praktikum

1.1 Latar Belakang


Ekologi adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara organisme dengan lingkungan, ada juga yang menyatakan, ekologi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara tumbuhan, binatang, dan manusia dengan lingkungan di mana mereka hidup.

Sementara pihak lain mengatakan bahwa ekologi atau ilmu lingkungan adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup dengan lngkungannya, dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, fisika, kimia, geografi, meteorology, hidrologi, pertanian, kehutanan, kesehatan masyarakat dan lain-lain.

Ada banyak definisi yang dikemukakan tentang ilmu lingkungan atau ekologi oleh serjana – serjana Indonesia seperti Soeratmadja, Soemitro Djojohadikoesoemo, dan S. Riyadi. Menurut S. Riyadi, ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara orgsnisme atau sekelomk oganime dengan lingkungannya secara lamiah melalui tatanan ekosistem. Sedangkan ilmu lingkungan menurut Riyadi adalah  ilmu yang menerapkan berbagai disiplin ilmu melalui pendekatan ekologi terhadap masalah lingkungan hidup yang diakibatkan karena aktivitas manusia.

Baca Juga: Proses Pembentukan Ovum Pada Ovarium

Bila kita cermati, kita sendiri terlibat langsung dengan lingkungan, kita tidak akan pernah lepas dari lingkungan. Sudah sepantasnya kita menjaga dan melestarikan lingkungan tempat kita hidup agar kebersihan, keseimbangan, kealamian, dan kelestarian lingkungan  tetap terjaga, Kesehatan lingkungan merupakan kesehatan yang berhubungan dengan kualits lingkungan hidup.

Apabila kualitas lingkungan hidup rendah, kesehatan lingkungan juga rendah. Begitupun sebaliknya, karena proses pencemaran yang kita hasilkan  seperti limbah industri, pertanian dan rumah tangga. Kesehatan lingkungan semakin memprihatinkan disamping itu pemahaman masyarakat tentang sanitasi lingkungan agar lingkungan tetap bersih dan nyaman masihsangat minim. hal ini karena rendahnya pengetahuan tentang ilmu lingkungan dan bagaimana cara menjaga lingkungan agar tetap seimbang.

Pengetahuan lingkungan merupakan pengetahuan yang mengkaji hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya dalam hubungannya dengan dampak kegiatan manusia serta berupaya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Ruang lingkup pengetahuan lingkungan itu sendiri meliputi segala permasalahan yang melingkupi umat manusai, yang terdiri dari lingkungan biotik, abiotik, sosial, budaya, ekonomi dan sebagainya.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apa komponen-komponen yang terdapat dalam ekosistem kolam dan bagaimana kedudukannya dalam ekosistem tersebut?
  2. Bagaimana pengaruh komponen biotik kolam, abotik kolam dan budaya terhadap lingkungan tempat tinggal?
  3. Bagaimana komponen-komponen biotik di dalam ekosistem kolam dapat dikatakan sebagai individu atau populasi?
  4. Bagaimana rantai makanan sederhana terjadi dalam ekosistsem kolam?
  5. Bagaiman proses populasi dekomposer yang membantu proses pelapukan di dalam tanah?

1.3 Tujuan

Untuk mengenal  komponen-komponen yang terdapat di dalam ekosistem kolam dan kedudukannya dalam ekosistem tersebut.

BAB II
ISI 

LAPORAN PRAKTIKUM EKOSISTEM KOLAM

2.1 Landasan Teori

Eksosistem adalah  suatu  kondisi  hubungan  interdependensi (saling ketergantungan) antara faktor biotik (jenis-jenis makhluk hidup) dengan faktor abiotik (fisik dan kimiawi)  pada  suatu  tempat dan waktu tertentu. Misalnya ekosistem kolam, ekositem pantai, atau ekosistem hutan rawa gambut. Bioma merupakan ekosistem dalam skala besar yang melibatkan iklim akibat  perbedaan letak geografis, disebut juga ekosistem klimaks. Misalnya gurun, hutan hujan tropis, hutan gugur, dan tundra. Berdasarkan habitatnya ekosistem dibedakan menjadi : ekosistem darat ( tetstirial) dan ekosistem perairan ( akuatik ). Contohnya: padang rumput, hutan  hujan tropis, hutan gugur, gurun, sabana, taiga. Sedangkan ekosisitem perairan dibedakan menjadi  2  yaitu: perairan air tawar dan perairan air asin, perairan  air  tawar  contohnya: sungai, danau, dan kolam. Sedangkan air asin contohnya laut dan estuary.

Baca Juga : Bagian Kulit Dan Fungsinya

Ekosistem air tawar merupakan ekosistem dengan habitatnya yang sering digenangi air tawar yang kaya mineral dan PH. Kondisi permukaan air tidak tiak selalu tetap, adakalanya naik dan turun bahkan dapat juga mengering. Sumber air tawar berasal dari air hujan dan air sungai. Hutan air payau dapat di jumpai ke arah selatan dalam hutan mangrove dan merupkan tempat teringgi yang dapat di capai air sungai diwaktu pasang naik. Biasanya terdapat didaerah pantai dengan batas pasir yang terbawa ombak dan terbentuk oleh arus laut, di balik pasir pembatas terdapat lahan datar yang luas dan rendah. Bila sungai meluap akan membentuk danau-danau pantai yang berawa-rawa. Tumbuhan yang hidup di air payau adalah vegetasi dari palm yang spesifik yaitu palm kurma (Phonix paludosa).  (Irwan, Zoer’aini Djamal: 2003)

Ekosistem kolam ditandai oleh adanya bagian perairan yang tidak dalam sehingga (kedalamannya tidak lebih dari 4-5 meter) yang memungkinkan tumbuh-tumbuhan berakar dapat tumbuh di semua bagian perairan. Tidak ada batasan tegas yang dapat dibuat antara danau dan kolam. Ada perbedaan kepentingan secara ekologis, selain dari ukuran secara keseluruhan.

Dalam danau zona limneti dan profundal relatif besar ukurannya dibandingkan dengan zona litoral. Bila sifat-sifatnya kebalikannya biasanya disebut kolam. Jadi zona limnetik adalah daerah produsen utama untuk danau secara keseluruhan. Kolam adalah daerah perairan kecil dimana zona litoralnya relatif besar dan daerah limnetik secara profundal kecil atau tidak ada. Stratifikasi tidak terlalu penting.

Kolam dapat dijumpai dikebanyakan daerah dengan curah hujan yang cukup. Kolam alami jumlahnya banyak terdapat di daerah kapur bila terjadi depresi atau “penurunan” karena dari cairan di bawahnya. Kolam sementara yaitu kolam kering untuk beberapa waktu dalam kurun waktu setahun, terutama menarik dan mendukung komunitas yang unik.

Organisme di dalam kolam seperti ini harus dapat bertahan pada stadium dorman selama periode kering atau dapat bergerak ke dalam dan keluar kolam, seperti amfibi dan serangga air yang dewasa. Udang-udangan terutama menonjol karena dapat beradaptasi dengan baik dan amat terbatas penyebarannya pada kolam sementara. Telur-telurnya dapat bertahan tetap hidup dalam tanah yang kering untuk beberapa bulan.

Seperti habitat marginal yang lain, kolam kontemporer adalah tempat yang sesuai untuk organisme yang beradaptasi untuk itu, karena kompetisi interspesifik dan predasi berkurang. Walaupun begitu sebuah kolam temporer mengandung air hanya untuk beberapa minggu, perubahan musiman tertentu dari organisme mungkin terjadi, sehingga memungkinkan variasi organisme yang cukup besar untuk menggunakan habitat yang secara fisik amat terbatas.

Ekosistem Kolam yang terjadi karena pembendungan atau penggalian oleh manusia, atau oleh binatang seperti “beaver” adalah salah satu yang paling banyak. Saat ini banyak sekali kola pertanian dibangun yang berbeda dengan kolam penggilingan yang dibentuk dengan membendung aliran air yang agak besar untuk keperluan pembangkit tenaga bagi penggilingan kecil. Kolam yang dibentuk oleh beaver merupakan ciri di beberapa tempat dibenua Amerika utara ketika orang-orang Eropa tiba di sana. Suatu kolam “Beaver” biasanya mempunyai sejarah kehidupan ekologis yang pendek, karena kolam seperti itu ditinggalkan bila makanan dari pohon di daerah itu berkurang.

2.2 Praktikum

2.2.1 Metode Percobaan

Alat dan Bahan
  1. Ekosistem kolam
  2. Kantong plastik dan toples untuk koleksi tumbuhan dan hewan
  3. Alat tulis-menulis 

Cara Kerja 
  1. Menentukan ekosistem kolam yang akan diamati
  2. Melakukan inventarisasi mengenai komponen biotik dan abiotik  yang  terdapat dalam kolam
  3. Menentukan komponen ekosistem kolam dan peranan  setiap  individu  dalam ekosistemMenentukan sumber energi yang digunakan oleh masing-masing komponen yang terdapat dalam ekosistem.

2.2.2 Hasil Pengamatan

Tabel Hasil Pengamatan Ekosistem Kolam Air Tawar, Komponen Abiotik

laporan praktikum ekosistem kolam, komponen abiotik ekosistem kolam, tabel komponen abiotik kolam

Tabel Hasil Pengamatan Ekosistem Kolam Air Tawar, Komponen Biotik

praktikum ekosistem kolam, komponen biotik kolam, tabel komponen kolam

BAB III

PEMBAHASAN

Ekosistem kolam ditandai dengan ekosistem yang tidak dalam . Air adalah media terpenting bagi kehidupan, faktor yang harus diperhatikan pada kolam adalah derajat keasaman. Karena derajat keasaman sangat mempengaruhi perkembangbiakan hewan yang hidup di air kolam.

Baca Juga: Proses Fermentasi Dalam Pembuatan Tapai Ubi

Ekosistem merupakan sistem ekologi, karena ekosistem meliputi mahluk hidup dengan lingkungan organisme biotik dan abiotik, masing-masing mempengaruhi  sifat-sifat lainnya dan keduanya perlu  untuk memelihara kehidupan sehingga terjadi keseimbangan. Fungsi ekosistem adalah sebagai hubungan sebab akibat yang membentuk komponen-komponen satuan fungsional. Sistem produksi dalam ekosistem erat hubungannya dengan daur materi dan aliran energi.

Pemindahan energi dan saling tergantung satu sama lain tidak hanya terjadi pada daerah yang luas, tapi pada lahan yang sempitpun berlangsung hubungan tersebut. Suatu ekosistem dapat dikatakan seimbang apabila hubungan saling ketergantungan diantara komponen-komponen penyusunnya. Komponen tersebut berupa komponen abiotik dan biotik. Berdasarkan data hasil pengamatan terlihat dengan jelas bahwa antara komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem saling mempengaruhi hingga membentuk suatu sistem yang menunjukkan adanya kesatuan fungsional. Di dalam ekosistem yang seimbang, hubungan antara komponen-komponennya dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai situasi dan kondisi masing-masing.

Berdasarkan hasil pengamatan pada ekosistem air kolam terdapat komponen-komponen yang menyusunnya baik itu komponen abiotik maupun biotik. Komponen abiotik yang kami temukan yaitu batu, pasir, air, dan cahaya matahari. Sedangkan komponen biotik yang kami temukan yaitu berupa hewan-hewan air seperti keong dan ikan kecil, sementara kami menemukan tumbuhan eceng gondok yang bermanfaat bagi ikan untuk bertedh dari matahari dan mengurangi suhu kolam. Selain itu tanaman ini juga berfungsi untuk membersihkan air kolam. Kehilangan salah satu komponen penyusun ekosistem akan menyebabkan terganggunya ekosistem atau ketidakseimbangan ekosistem.

BAB IV 

SARAN DAN KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Ekosistem kolam adalah hubungan timbal  balik  antara komponen abiotik dan abiotik dalam suatu lingkungan kolam. komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem saling mempengaruhi dan mempunyai peranan yang penting  hingga membentuk  suatu  sistem yang menunjukkan adanya kesatuan fungsional. Kehilangan salah satu komponen penyusun ekosistem akan menyebabkan terganggunya ekosistem atau ketidakseimbangan ekosistem.

Baca Juga: Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronik dan Diakronik

4.2 Saran

Ruang lingkup tempat belajar dapat menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang pendidikan. Seperti menyediakan kolam yang dapat digunakan untuk melaksanakan praktikum ekosistem kolam dan komponennya.

Sekian laporan praktikum ekosistem kola yang dapat aku bagikan semoga bermanfaat silahkan baca materi menarik lainnya hanya di BloggerZar, terima kasih.

Posting Komentar untuk "Laporan Ekosistem Kolam dan Komponennya"