Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Esai Dampak Pandemi Corona (Covid-19) Terhadap Produksi Barang dan Jasa



Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Sisi Produksi Barang dan Jasa Di Indonesia


Pandemi Covid-19 yang berhasil masuk ke Indonesia pertama kali pada 2 Maret 2020 dengan cepat telah menyebabkan penurunan jumlah produksi barang dan jasa yang cukup signifikan. Covid-19  yang dapat menular dengan cepat membuat pemerintah mengeluarkan berbagai himbauan dan kebijakan untuk mengurangi laju peyebaran virus ini. Salah satu himbauan pemerintah kepada masyarakat adalah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dan menjaga jarak sejauh satu setengah meter saat berinteraksi dengan orang lain atau lebih dikenal dengan istilah physical distancing. Sejak himbauan tersebut disampaikan semua tempat umum terlihat sepi termasuk pasar, mal dan kawasan perekonomian lainnya. Hal ini menyebabkan produsen memangkas faktor-faktor produksi yang digunakan terutama sumber daya alam, sumber daya manusia dan modal. Esai ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi dampak pandemi Covid-19 terhadap sisi produksi barang dan jasa di Indonesia.

Sumber daya alam sebagai salah satu faktor produksi utama terpaksa harus dipangkas oleh produsen.  Kegiatan konsumsi akan menurun drastis sehingga, akan membuat pasar semakin sepi. Permintaan terhadap barang dan jasa menurun terutama kebutuhan pokok. Pabrik-pabrik akan mengurangi suplai bahan baku yang sebagian besarnya merupakan sumber daya alam. Sebagian pabrik akan melakukan siasat dengan mengurangi ukuran bahan baku yang digunakan. Pabrik-pabrik tertentu akan mencari substitusi bahan baku dengan harga yang lebih murah. Petani, peternak dan pelaku usaha yang berkaitan dengan sumber daya alam lainnya diperkirakan akan mengalami kerugian yang cukup besar. Keadaan ini akan mengakibatkan lahan-lahan pertanian, peternakan dan perikanan ditutup.

Sumber daya alam pertambangan yang sebagian besar dijadikan bahan bakar dalam kegiatan produksi juga akan mengalami penurunan permintaan dari produsen. Pabrik akan mengurangi jam kerja sehingga bahan bakar yang diperlukan pun akan berkurang. Selain itu, perusahaan juga akan mengurangi kegiatan distribusi sejalan dengan berkurangnya jumlah barang yang diproduksi. Hal ini juga akan berimbas pada turunnnya permintaan terhadap sumber daya alam pertambangan yang dijadikan sebagai bahan bakar. Pabrik tertentu yang menjadikan sumber daya alam pertambangan sebagai bahan baku juga akan melakukan pengurangan permintaan. Pertambangan besar maupun kecil diperkirakan akan mengalami kerugian yang cukup besar. Keadaan ini akan mengakibatkan perusahaan tambang terancam bangkrut.

Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi jumlah  sumber daya manusia atau tenaga kerja yang dapat melakukan kegiatan produksi barang dan jasa. Pengurangan permintaan membuat penghasilan pabrik berkurang sehingga terpakasa merumahkan karywannya tanpa gaji untuk mengurangi biaya produksi. Perusahaan tertentu tetap mempekerjakan karyawannya namun dengan separuh gaji. Selain itu, Covid-19 yang dapat menular dengan cepat melalui droplet menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk merumahkan karyawannya guna menekan laju penyebaran virus ini. Pengangguran diperkirakan akan meningkat sangat drastis selama pandemi Covid-19 belum dapat ditangani dengan baik. Keadaan ini akan menyebabkan menurunnya pendapatan dan daya beli masyarakat.

Perusahaan yang berada di sektor jasa juga akan melakukan pemangkasan terhadap jumlah karyawannya. Perusahaan yang bergerak dibidang jasa transportasi akan mengalami penurunan jumlah penumpang. Hal ini akan menyebabkan pendapatan perusahaan tersebut berkurang sehingga perusahaan terpaksa melakukan PHK terhadap sebagian besar karyawannya untuk mengurangi pengeluaran. Pengangguran yang terus meningkat diperkirakan akan menaikkan angka kriminalitas di Indonesia. Hal ini akan menyebabkan masyarakat semakin jauh dari kesehjateraan.

Modal usaha yang dikeluarkan oleh perusahaan akan disesuaikan dengan jumlah faktor produksi yang akan digunakan. Penjualan yang semakin berkurang akan membuat perusahaan kecil kesulitan untuk mendapatkan modal untuk periode berikutnya. Salah satu cara untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan melakukan pinjaman kepada bank. Namun, dalam masa krisis cara ini tidak disarankan bagi perusahaan kecil karena adanya bunga kredit yang cukup besar.  

Perusahaan besar akan mengalami pengurangan modal yang cukup drastis karena investor akan mencabut investasinya untuk menghindari kerugian akibat pandemi Covid-19. Penurunan modal yang dialami perusahaan besar akan berimbas pada produktivitas yang semakin berkurang. Akibatnya sebagian besar perusahaan akan mengalami kerugian. Hal ini akan menyebabkan banyak perusahaan mikro maupun makro tutup.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan jumlah produksi barang dan jasa di Indonesia. Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), selama Maret 2020 nilai impor barang konsumsi merosot 39,91%, impor bahan baku merosot 15,89% dan barang modal turun 18,03%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan produksi di Indonesia telah mengalami penurunan yang cukup tajam. Namun sedikit berbeda dengan PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra selaku Direktur Pemasaran PT ADM menyampaikan bahwa PT ADM masih beroperasi dan belum ada libur produksi. Hal ini menunjukkan bahwa Covid-19 belum berpengaruh terhadap kegiatan produksi beberapa perusahaan di Indonesia.

Pemangkasan faktor produksi yang dilakukan oleh perusahaan sejatinya akan mengurangi jumlah barang dan jasa yang akan diproduksi. Hal ini dapat diketahui melalui turunnya permintaan akan bahan baku dan barang modal. Selain itu, kebijakan merumahkan karyawan merupakan suatu tanda bahwa perusahaan tersebut telah mengurangi target produksinya. Beberapa perusahaan yang belum mengalami kendala dalam kegiatan produksi merupakan perusahaan yang sudah masuk kategori skala besar. Pada perusahaan skala besar investor  sedikit lebih berani untuk tidak menarik modalnya bahkan saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Sehingga perusahaan tersebut masih memiliki modal yang cukup untuk melaksanakan kegiatan produksinya.

Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perusahaan dalam menentukan kebijakan terhadap faktor-faktor produksi terutama sumber daya alam, sumber daya manusia dan modal yang akan digunakan dalam kegiatan produksi. Perusahaan akan memangkas suplai sumber daya alam yang dijadikan bahan baku karena adanya penurunan permintaan pasar. Sumber daya manusia atau tenaga kerja akan dikurangi untuk memperkecil pengeluaran dan menekan laju penularan Covid-19. Perusahaan akan megalami kekurangan modal untuk melanjutkan kegiatan produksi karena Investor mencabut modalnya dari perusahaan untuk menghindari kerugian akibat pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 pada akhirnya akan menyebabkan penurunan jumlah produksi barang dan jasa di Indonesia.

Posting Komentar untuk "Esai Dampak Pandemi Corona (Covid-19) Terhadap Produksi Barang dan Jasa"