Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makalah Peran Penyuluh Pertanian Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Corona Virus

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
    Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa difahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan,seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan. Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis  dalam struktur pembangunan perekonomian nasional.(Wikipedia, 2010).
    Provinsi Riau berbasis pada sektor pertanian maka potensi sektor pertanian sangat potensial untuk dikembangkan. Sektor pertanian memiliki peranan yang penting di Provinsi Riau. Ini terkait dengan sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor tersebut dan sektor sebagai pemenuh kebutuhan pokok. Telah dijelaskan sebelumnya pada pendahuluan bahwa laju pertumbuhan PDRB Provinsi Riau dari tahun 2008-2012 mengalami fluktuasi yang semakin menurun, padahal sektor tersebut memiliki jumlah PDRB terbesar setelah sektor pertambangan dan penggalian. Sektor pertanian lainnya seperti sektor perkebunan memang terkenal sebagai pengekspor hasil produksinya seperti sawit, karet, kopi,dll.
    Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan. Disinilah dibutuhkan peran penyuluh untuk memberikan infomasi agar para petani dapat di berdayakan dengan baik, Menurut UU No. 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, menegaskan bahwa penyuluh pertanian mempunyai peran yang sangat strategis dalam rangka memajukan pembangunan pertanian di Indonesia. Pemerintah dan masyarakat umum berkewajiban untuk menyelenggarakan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan.Untuk itu motivasi dari diri seorang penyuluh perlu ditingkatkan agar tercapainya tujuan dari kegiatan penyuluhan.
    Namun saat ini dunia sedang dihebohkan oleh COVID-19 atau yang dikenal sebagai wabah virus corona. Virus ini pertama kali mewabah berasal dari wilayah Wuhan di China. Virus Corona berasal dari Coronaviruses (CoV) yang menyebabkan penyakit mulai dari influenza biasa hingga yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Sedangkan untuk Novel Coronavirus (nCoV) adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus Corona merupakan zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Menurut penyelidikan yang telah dilakukan, SARS-CoV ditularkan dari kucing luwak atau yang lebih dikenal dengan musang ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke manusia. Namun beberapa virus Corona juga dikenal beredar pada hewan-hewan yang sebelumnya belum pernah menginfeksi manusia.
    Virus corona juga telah menjalar ke negara lainnya, seperti Hongkong, Filipina, Jepang, Prancis, Korea Selatan, Iran, Negara-negara kawasan Asia Pasifik, Eropa serta Asia Tenggara. Bahkan, kini telah terdeteksi di Negara Indonesia. Karena virus ini banyak kegiatan warga indonesia terganggu, mulai dari bekerja, sekolah/kuliah dan aktifitas lain nya. Salah satu dampak nya terhadap pertanian adalah menurun nya Permintaan produk pertanian di Indonesia, disini lah diharapkan peran penyuluh pertanian dalam menyampaikan informasi kepada petani bagaimana menghadapi penurunan permintaan produk pertanian saat ini.

1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah makalah ini yaitu bagaimana peran penyuluh pertanian bagi petani dalam menghadapi penurunan permintaan produk pertanian, sebagai dampak dari mewabahnya virus Covid-19 di Provinsi Riau?

1.3 Tujuan
     Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini yaitu untuk mengetahui peran penyuluh pertanian bagi petani dalam menghadapi penurunan permintaan produk pertanian, sebagai dampak dari mewabahnya virus Covid-19 di Provinsi Riau

II. ISI

2.1 Kajian Pustaka
2.1.1 Penyuluhan Pertanian
    Menurut Depatemen Pertanian (2006), penyuluhan pertanian adalah suatu pandangan hidup atau landasan pemikiran yang bersumber pada kebijakan moral tentang segala sesuatu yang akan dan harus diterapkan dalam perilaku atau praktek kehidupan sehari-hari. Penyuluhan Pertanian harus berpijak kepada pengembangan individu bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Oleh karena itu “Penyuluhan Pertanian sebagai “upaya membantu masyarakat  agar mereka dapat membantu dirinya sendiri dan meningkatkan harkatnya sebagai manusia”.  Dalam pengertian membantu masyarakat agar dapat membantu dirinya sendiri tersebut terdapat terdapat beberapa kokok pikiran tentang pelaksanaan penyuluhan pertanian.  Penyuluhan pertanian harus mengacu pada kebutuhan sasaran/petani yang akan dibantu, dan bukan sasaran yang harus mengikuti keinginan penyuluh pertanian. penyuluhan pertanian harus mengarah pada terciptanya kemandirian petani, tidak menciptakan ketergantungan petani terhadap penyuluh. penyuluh pertanian harus mengacu kepada perbaikan kualitas hidup dan kesejahteraan sasaran, tidak mengutamakan taget-terget fisik  yang tidak banyak manfaatnya bagi bagi perbaikan kualitas hidup sasaran.
     Dari pandangan tersebut terkandung pengertian bahwa penyuluhan pertanian harus bekerja dengan masyarakat dan bukan bekerja untuk masyarakat.  Penyuluhan Pertanian tidak menciptakan ketergantungan tetapi harus mampu mendorong semakin terciptanya kreativitas dan kemandirian masyarakatat agar semakin memiliki kemampuan untuk berswadaya, swakarsa, swadana dan swakelola bagi penyelenggaraan kegiatan-kegiatan pertanian guna mencapai tujuan, harapan dan keinginan-keinginan sasaran.  Penyuluhan Pertanian yang dilaksanakan harus selalu mengacu pada terwujudnya perbaikan kesejahteraan ekonomi masyarakat  dan peningkatan harkatnya sebagai manusia. Penyuluhan adalan proses pendidikan yang bertujuan untuk mengubah pengetahuan sikap dan keterampilan masyarakat tani. Sasaran penyuluhan pertanian adalah segenap warga masyarakat (pria, wanita, termasuk anak-anak).  Penyuluhan pertanian juga mengajar masyarakat tentang apa yang diinginkannya dan bagaimana cara mencapai keinginan-keinginan itu.
  Metode yang diterapkan dalam penyuluhan pertanian adalah belajar sambil bekerja dan mengajarkan pada petani untuk percaya pada apa yang dilihatnya. Sedangkan pola komunikasi yang dikembangkan adalah komunikasi dua arah, saling menghormat dan saling mempercayai dalam bentuk kerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarkat (Perdana, 2009). Penyuluh pertanian harus mampu menumbuhkan cita-cita yang dilandasi untuk selalu berfikir kreaif dan dinamis yang mengacu pada kegiatan-kegiatan yang ada dan dapat ditemui di lapangan  atau harus selalu disesuaikan dengan keadaan yang dihadapi. Penyuluh pertanian merupakan garda terdepan dalam pembangunan pertanian. Jadi meski wabah virus Corona kini menghantui bangsa Indonesia, penyuluh tetap bekerja secara produktif. Namun tetap menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah.

2.1.2Covid-19
    COVID-19 atau yang dikenal sebagai wabah virus corona. Virus ini pertama kali mewabah berasal dari wilayah Wuhan di China. Virus Corona berasal dari Coronaviruses (CoV) yang menyebabkan penyakit mulai dari influenza biasa hingga yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Sedangkan untuk Novel Coronavirus (nCoV) adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus Corona merupakan zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Menurut penyelidikan yang telah dilakukan, SARS-CoV ditularkan dari kucing luwak atau yang lebih dikenal dengan musang ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke manusia. Namun beberapa virus Corona juga dikenal beredar pada hewan-hewan yang sebelumnya belum pernah menginfeksi manusia.
   Gejala infeksi virus Corona sendiri cukup sulit dilihat pada awalnya. Hal ini dikarenakan tidak semua orang yang sudah terinfeksi akan langsung memperlihatkan gejala-gejala awal dari virus Corona. Dibutuhkan 2 hingga 14 hari sampai orang yang sudah terinfeksi tersebut mengeluarkan tanda atau ciri-ciri virus Corona. Selama tenggang waktu tersebut bisa saja orang-orang yang terinfeksi tanpa sadar menularkannya kepada orang lain. Inilah mengapa sangat penting untuk mengisolasi diri di dalam rumah terlebih dahulu selama kurang lebih 2 minggu, terutama bagi orang-orang yang baru saja bepergian ke luar negeri atau melakukan kontak dekat dengan pasien terjangkit virus Corona.
   Social distancing  (pembatasan sosial) akrab didengar menyusul pandemi virus Corona. Social distancing menjadi satu di antara imbauan pemerintah, mengacu instruksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), untuk memerangi penyebaran Corona.  Mengacu Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia, social distancing atau pembatasan sosial adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah. Pembatasan sosial dilakukan oleh semua orang di wilayah yang diduga terinfeksi penyakit. Hal itu disebabkan, virus Corona sangat mudah menular. Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. Studi awal menunjukkan, COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan. Pembatasan sosial berskala besar bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit di wilayah tertentu.
   Pembatasan sosial berskala besar paling sedikit meliputi, meliburkan sekolah dan tempat kerja; pembatasan kegiatan keagamaan; dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Selain itu, pembatasan social juga dilakukan dengan meminta masyarakat untuk mengurangi interaksi sosial mereka dengan tetap tinggal di dalam rumah maupun pembatasan penggunaan transportasi publik. Social distancing atau yang belakangan dianggap lebih tepat sebagai physical distancing (pembatasan interaksi fisik), menjadi bagian pencegahan level masyarakat. 


2.2 Analisis
    Covid-19 Mengakibatkan banyak dampak  di dunia termasuk indonesia, salah satunya yaitu penurunan permintaan hasil pertanian. Disini merupakan tugas dari penyuluh pertanian terutama di provinsi riau, penyuluh pertanian di riau diharapkan menyampaikan informasi tentang covid-19 ini kepada para petani. Petani harus menjaga kesehatan mereka mulai dari mencuci tangan dan menjaga kebersihan dirinya dan juga hasil produksi pertanian. Penyuluh pertanian harus memberikan informasi kepada para petani dimana produk pertanian khususnya pangan sangat dibutuhkan saat ini sehingga petani harus tetap melaksanakan kegiatan pertanian. Seperti yang dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hasan Aminuddin, pada saat mewabahnya Covid-19 ini menjadi peluang besar bagi petani indonesia untuk menunjukkan dirinya menjadi pahlawan bagi negerinya.
     Pangan negeri ini hanya petani indonesia yang mampu siapkan, urusan perut tidak bisa ditunda dan diabaikan. Oleh karenanya, semua pihak harus menjaga dan mengingatkan agar petani-petani indonesia tetap sehat dan mampu berproduksi. Petani indonesia memiliki kemampuan besar dalam hasil produksi, Buah-buahan dan sayuran indonesia lebih segar dari pada buah dan sayuran yang di impor dari negara lain. Maka dari itu kita harus berdiri dikaki kita sendiri, dari indonesia untuk indonesia dan tidak melakukan impor hasil produksi pertanian dari negara lain. Strategi Kementan jaga ekspor di tengah turunnya permintaan negara lain akibat pandemi covid-19 mulai dari cari pasar baru hingga meningkatkan konsumsi domestik. karena dengan membeli hasil pertanian dari petani kita sendiri, kita akan menggerakkan ekonomi nasional negara kita.
    Diharapkan para penyuluh pertanian terutama di Riau menyampaikan informasi seperti ini kepada para petani-petani di Riau, karena belum banyak penyuluh yang melakukan atau memberikan informasi ini. seperti di pekanbaru yang belum ada tindakan dari penyuluh. Mungkin penyuluhan seperti ini belum di sampaikan karena belum dirasakannya dampak Covid-19 di Provinsi Riau. Termasuk dampak penurunan permintaan pertanian, maka dari itu diharapkan para penyuluh secepatnya memberikan penyuluhan tentang Covid-19 kepada para petani agar tetap sehat dan terus melakukan kegiatan pertanian. Penyuluhan dapat dilakukan dengan media-media komunikasi yang tidak mengumpulkan banyak orang karena saat ini sedang diterapkan social distancing demi memutus rantai kehidupan Covid-19. Karena itu petani indonesia harus siap sedia melakukan kegiatan pertanian di tengah pandemi Covid-19 ini, karena permintaan produk pertanian akan meningkat dan impor dari negara luar akan terhenti. Petani di indonesia Terutama di provinsi Riau harus menjaga kesediaan pangan agar permintaan produk pertanian tetap stabil dan terjaga.

III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
     Berdasarkan uraian analisis di atas, maka kesimpulan yang di dapat adalah belum terlaksananya penyuluhan  pertanian untuk mengatasi penurunan permintaan hasil permintaan hasil pertanian akibat dari dampak pandemi Covid-19 terutama di provinsi Riau. Hal ini terjadi karena belum dirasakan masyarakat riau dampak dari Covid-19 ini di  bidang pertanian. Penyuluhan pertanian merupakan hal yang sangat penting saat pandemi Covid-19 ini. Dimana kegiatan pertanian harus tetap dijalankan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Karena pangan di indonesia hanya  petani yang mampu menyiapkan nya dan saat ini impor dan ekspor sedang terhambat karena Covid-19. Diharapkan Penyuluh pertanian di indonesia terutama di provinsi Riau melakukan penyuluhan tentang Covid-19 ini kepada para petani dengan media media komunikasi penyuluhan yang dapat digunakan ditengah kondisi indonesia saat ini yang sedang melaksanakan Social Distancing, penyuluhan dilakukan agar para petani menjaga kesehatan nya dan kegiatan pertanian tetap berjalan semestinya sehingga kecukupan pangan di negri ini tetap stabil dan terjaga.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pertanian. 2006. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Jakarta.

Fajriani, M., Bakce, D., & Yusri, J. (2015). Peranan Sektor Pertanian terhadap     Perekonomian Provinsi Riau: Analisis Strukturinput-output (Doctoral     dissertation, Riau University).
Perdana, A.S. 2009. Analisis Kinerja Program Penyuluhan Dan Komunikasi   Pertanian Di Bpp Sewon Kabupaten Bantul. http://adhisuryaperdana. wordpress.com/pertanian-ugm/analisis-kinerja-program-penyuluhan-dan-komunikasi-pertanian-di-bpp-sewon-kabupaten-bantul/.

Wati, S., Rosnita, R., & Cepriadi, C. (2015) Analisis Kinerja Penyuluh Pertanian di Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi (Doctoral dissertation, Riau University).

Zulhadi, T. (2009). Kontribusi Sektor Pertanian terhadap Pertumbuhan     Ekonomi di Provinsi Riau. Jurnal Ekonomi Universitas Islam Negeri     Sultan Syarif Kasim Riau, 17(01), 8752.

Posting Komentar untuk "Makalah Peran Penyuluh Pertanian Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19"