Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Migrasi Umat Manusia

Sejarah Migrasi Umat Manusia
Pernahkah kita berpikir siapa nenek moyang bangsa Indonesia? Dari mana awalnya manusia yang berkembang di kepulauan Nusantara? Apakah mereka penduduk asli Indonesia yang sudah sejak wal mendiami kepulauan ini? Ataukah mereka berasal dari suatu wilayah di luar Indonesia terus masuk ke sini dan mendiami kepulauan ini? Mengapa secara fisik penduduk di kepulauan Indonesia tidak sama? Marilah kita telusuri asal - usul dan persebaran nenek moyang bangsa Indonesia pada artikel berikut ini.

Sejarah Migrasi Umat Manusia 
Sejarah panjang persebaran umat manusia di permukaan bumi, tidak diketahui secara pasti kapan dimulainya. Dari daerah mana manusia pertama kali muncul, juga tidak diketahui dengan pasti. Beberapa ahli berpendapat bahwa berbagai jenis ras manusia, diperkirakan berasal dari Asia Tengah. Dari penemuan tulang-belulang kuno, tampak bahwa mereka terdiri dari berbagai ras, seperti: Papua Melanesoid, Europoid, Mongoloid, dan Austroloid. Pencampuran mereka melahirkan bangsa yang berkulit sawo matang. Mereka kemudian menyebar melalui sungai dan lembah meuju daerah pantai. Penyebaran mereka diperkirakan karena wabah penyakit dan bencana alam. Daerah teluk Tonkin di Indo-Cina menjadi tanah air mereka yang kedua.Dari sini mereka menyebar menuju daerah kepulauan yang ada di sebelah selatan dan kemudian menjadi bangsa Austronesia.

Manusia tersebar di berbagai wilayah di muka bumi melalui proses migrasi, baik secara cepat maupun lambat. Fakor-faktor yang mempengaruhi terjadinya migrasi antara lain sebagai berikut:
  • Perkembangan jumlah manusia yang cepat, mumbutuhkan tempat tinggal baru
  • Mengikuti gerak binatang buruan yang merupakan makanan mereka
  • Perubahan sistem mata pencaharian hidup
  • Adanya peperangan antar suku mendorong mereka mencari daerah yang aman
  • Adanya bencana alam maupun wabah penyakit mendorong mereka harus meninggalkan tempat tinggal yang lama
Proses migrasi berkaitan erat dengan adaptasi, baik adaptasi terhadap lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Adaptasi dilakukan manusia agar dapat menghadapi tantangan alam dan tetap bertahan hidup. akibat adanya adaptasi tersebut, muncullah perbedaan cara hidup dan keanekaragaman bentuk fisik maupun hasil kebudayaan.


Proses perpindahan nenek moyang bangsa Indonesia diperkirakan terjadi pada zaman pleistocen dimana keadaan alam masih sangat liar. Pada masa ini berlangsung zaman glasial dan interglasial secara silih berganti yang berpengaruh terhadap kehidupan di atasnya.

Zaman glasial adalah zaman meluasnya es di daerah kutub utara, sehingga menutup sebagian Eropa Utara, Amerika Utara, dan Asia Utara. Permukaan air lau turun disertai naiknya daratan di beberapa tempat akibat pergeseran kulit bumi. Pada masa ini daratan Indonesia menyatu dengan benua Asia. Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan Barat bergabung menjadi satu dengan benua Asia. Sedangkan Kalimantan Utara bergabung dengan Philipina dan Taiwan (Formosa) terus ke benua Asia. Sementara Sulawesi, Sangir-Talaud bergabung dengan Philipina.

Zaman interglasial adalah zaman antara dua zaman es. Pada masa ini temperatur bumi naik drastis, sehingga lapisan es di daerah kutub utara mencair dan menggenangi permukaan bumi. Akibatnya permukaan air laut ikut naik dan terjadilah banjir besar. Akibatnya daratan menjadi terpisah oleh lautan dan selat. Laut dangkal yang terbentuk pada masa tersebut, dinamakan Paparan Sunda dan Paparan Sahul. Kedua Laut dangkal tersebut menjadi bukti bersatunya wilayah Indonesia bagian barat dengan benua Asia dan wilayah Indonesia bagian timur dengan benua Australia.
  • Paparan Sunda, adalah laut dangkal yang surut sehingga membentuk lempeng bumi wilayah selat Malaka dan laut Cina Selatan, dan laut Jawa yang menyatukan daratan Asia dengan bagian barat kepulauan Indonesia.
  • Paparan Sahul, adalah lempeng bumi yang bergerak dari kawasan daerah selatan laut Banda dan Aru yang menghubungkan daratan Australia dengan bagian timur kepulauan Indonesia.

Perpindahan nenek moyang dari daratan Asia ke Indonesia diperkirakan terjadi pada masa ini, saat terbentuk paparan Sunda dan Sahul. Hal tersebut dapat diketahui dari persamaan artefak yang ditemukan di berbagai tempat di wilayah Asia., seperti kebudayaan Pacitan yang juga ditemukan di Cina, Birma, dan Malaysia. Selain itu ditemukan juga fosil yang sejenis hidupnya sezaman dengan Pithecanthropus erectus yang ditemukan di daerah Trinil, Ngawi. Fosil sejenis yang dimaksud adalah Sinanthropus Pekinensis yang ditemukan di Peking, Cina.


Manusia jenis Homo Wajakensis yang merupakan nenek moyang ras bangsa Austroloid diperkirakan menyebar dari Asia ke selatan pada zaman pleistocen tengah dn atas. Migrasi manusia yang masuk ke kepulauan Nusantara tidak berhenti saat wilayah Nusantara telah terpisah dengan benua Asia. Laut yang terbentang tidak menghalangi terjadinya pergerakan umat manusia. Nenek moyang kita mengarungi samudra luas dengan menggunakan perahu bercadik, yakni perahu yang dibuat dari batang pohon yang bagian dalamnya dikeruk sehingga berbentuk lesung . Perahu tersebut kemudian diberi cadik atau sayap di bagian kanan dan kirinya untuk keseimbangan.

Pada zaman holocen, sebagian es di kutub utara lenyap dan permukaan air laut naik. Tanah rendah di daerah paparan Sunda dan Sahul tergenang air dan membentuk laut transgresi. Kemudian muncullah pulau - pulau di Nusantara. Manusia purba lenyap dan berganti manusia cerdas (homo sapiens), yang merupakan nenek moyang manusia modern sekarang.

Demikianlah materi tentang sejarah migrasi umat manusia semoga artikel ini dapat memenuhi kebutuhan anda, baik untuk memenuhi tugas dalam masa pendidikan maupun untuk menambah wawasan secara umum. Silahkan lihat materi menarik lainnya hanya di BloggerZar, terima kasih.

4 komentar untuk "Sejarah Migrasi Umat Manusia"

  1. Ini dia materi kuliah tentang sejarah migrasi umat manusia yang aku cari, nuwun mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang membantu, terima kasih kembali mas

      Hapus
  2. Setelah scroll ke bawah baru nemu artikel yang tepat tentang sejarah migrasi umat manusia, yang di atas pada ngawur, thankss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum di up saja artikelnya migrasi umat manusia ini mas, mungkin bentar lagi di up

      Hapus