Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Pembentukan Ovum Pada Ovarium

pembentukan ovum, oogenesis, ootid, ovarium
Proses pembentukan ovum pada ovarium terjadi di dalam alat reproduksi wanita. Alat reproduksi wanita terdiri atas ovarium (indung telur), uterus (rahim), dan vagina. Ovarium adalah organ penghasil sel telur (ovum). Ovarium terletak di sisi kanan dan kiri rahim, yang masing-masing besarnya kurang lebih seperti buah anggur.

Rongga tempat tumbuh dan berkembangnya janin adalah rahim, sedangkan lubang tempat keluarnya janin pada proses kelahiran adalah vagina. Selain itu, vagina juga berfungsi sebagai tempat keluarnya darah menstruasi dan tempat masuknya sperma.

Baca Juga: Materi Biologi Bagian Kulit dan Fungsinya Bagi Tubuh Manusia

Selain itu, juga terdapat saluran terlur (oviduk atau tuba Fallopi), yaitu saluran yang dilalui sel telur dalam perjalanannya dari indung telur menuju rahim.

Proses Pembentukan Ovum Pada Ovarium

Seperti yang telah disebutkan di atas, proses pembentukan ovum pada ovarium disebut juga oogenesis. Proses tersebut akan dijelaskan pada uraian berikut ini.

Pada ovarium di dalam tubuh embrio (fetus) telah terdapat sekitar 600.000 buah sel induk telur (oogonium). Pada umur embrio lima bulan, oogonium memperbanyak diri secara mitosis, membentuk kurang lebih tujuh juta oosit primer

Setelah itu terjadi pengurangan jumlah oosit primer sampai lahir. Pada saat embrio berumur 6 bulan, oosit primer sedang dalam tahap meiosis I, khususnya berada pada tahap profase I. Ketika seorang bayi perempuan lahir, ovarium telah berisi sekitar 1-2 juta sel telur (oosit primer).

Baca Juga: Proses Fermentasi Dalam Pembuatan Tapai Ubi

Selanjutnya, ketika proses pembentukan ovum pada ovarium oosit primer tersebut istirahat (tidak melakukan pembelahan) sampai masa pubertas. Pada waktu anak berumur 7 tahun, jumlah oosit primer berkurang lagi menjadi sekitar 300-400ribu.

Setelah mememasuki masa pubertas dan seseorang sudah mengalami menstrusi atau haid, saat itu kelenjar hipofisis perempuan menghasilkan FSH (follicle stimulating hormone), yang merangsang oosit primer untuk melanjutkan pembelahan pada proses pembentukan ovum di dalam ovarium.

Dari pembelahan tersebut, dihasilkan dua sel yang ukurannya tidak sama. Sel yang ukurannya kecil disebut badan polar pertama. Sel tersebut akan melanjutkan proses pembentukan ovum pada ovarium dengan pembelahan meiosis II dan menghasilkan dua badan polar.

Sel yang berukuran besar disebut oosit sekunder, yang terus membelah menghasilkan satu sel yang besar disebut ootid dan satu sel badan polar. Sel ootid berkembang menjadi sel telur yang siap diovulasikan.

Baca Juga: Laporan Praktikkum Ekosistem Kolam

Seperti halnya spermatogenesis, proses pembentukan ovum pada ovarium (oogenesis) juga dipengaruhi oleh berbagai hormon. Hormon-hormon tersebut dihasilkan oleh hipofisis atau oleh ovarium sendiri.

Terima kasih sudah berkunjung, silahkan nikmati materi pelajaran lainnya hanya di BloggerZar, sekian materi biologi tentang proses pembentukan ovum pada ovarium.

Posting Komentar untuk "Proses Pembentukan Ovum Pada Ovarium"